Rangkaian power amplilfier dari dulu sampai sekarang tidak banyak
mengalami perubahan. Ada yang bilang rangkaian ini bagus, rangkaian itu
bagus tapi pas dirakit
dan dites ternyata hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Masalah yang ada biasanya
treble kurang halus, suara kurang kenceng, suara pecah, dengung,
dites
ditengah lapangan suara bass hilang. jadi anda tidak harus percaya
omongan orang 100%. Kualitas amplifier built-up pasti berbeda jauh
dengan amplifier rakitan, rangkaian boleh sama tapi kualitas akan
bergantung pada siapa yang merakitnya. Ingin tahu rahasianya?
Berikut ini ada beberapa trik yang perlu dicoba.
MENGATASI DENGUNG:
Power amplifier blazer sering dipakai dilapangan. Rangkaian ini konon
kata
orang adalah rakitan bell. Tapi anda jangan langsung tertarik pada
power ini, rangkaiannya agak rumit & susah dimengerti mencerminkan
kecerdasan orang yang pertama kali mendisainnya. Menurut saya power yang
bagus adalah power yang sederhana, murah, mudah dirakit dan rasional.
Anda tidak perlu menggunakan komponen dengan harga mahal seperti
kapasitor tantalum, power mosfet dan yang mahal lainnya. ini tidaklah
menentukan sekali kualitas dari power amp yang kita rakit. Power besar
kadang menimbulkan dengung, untuk mengatasinya yaitu dengan menahan
jalur ground pada ground soket input dengan resistor 10-22 ohm. Jadi
ground input tidak langsung mengambil dari ground tapi ditahan dulu
dengan R 10 ohm.
CARA SETTING TRIMPOT BIAS:
Putar trimpot
bias (jika ada) sampai mengalirkan arus sebesar 50-100mA pada tiap
transistor power, tujuannya untuk menghindarkan cacat treble pada
posisi volume di atas jam 10. Resikonya heatsink jadi panassss! (ini
tanda setingan klass A-AB)
SETTING TRIMPOT OFFSET:
Pada saat
input tanpa sinyal, putar trimpot offset sehingga tegangan di speaker
benar-benar terbaca 0 Volt. Jika anda tidak mau susah-susah, gunakan dan
percayakan saja rangkaian dengan ic tipe HA17741 dari Hitachi atau
merek IC yang berkualitas lainnya! Ini jantung rangkaian, 90-95%
kualitas rangkaian ditentukan dari IC ini!!!
MENGATASI SUARA LOYO/KURANG KENCENG:
Gunakan
rangkaian pre-amp untuk menaikkan sinyal minimal sebesar 2 kali.
biasanya dan seharusnya rangkaian pre-amp ini menggunakan IC op-amp
dengan supply minimal +12V -12V. Naikkan nada mid-nya!
Kalalu anda tidak mau susah2 gunakan saja rangkaian tone control IC yang ada mid-nya!
Rahasianya bukan di nada mid-nya saja tapi sinyal output dari IC op-amp biasanya besar.
TREBLE PECAH:
Treble
yang berlebihan akan merusak power amp, tenaga bukannya keluar malah
ngedrop. Mengatasinya, pasang kapasitor filter 1nF pada input power amp
ke ground untuk menjamin sinyal tidak cacat. Gunakan selalu komponen
aktif yang berkualitas seperti IC dan transistor, harga beda Rp500 juga
akan beda hasilnya.
Gunakan kabel yang besar dan sependek mungkin,
terutama untuk kaki transistor power, dan sebaiknya transistor ini
langsung disolder ke pcb.
BASS HILANG DI LAPANGAN:
Biasanya
power untuk lapangan menggunakan supplay trafo 50V CT 50V, atau minimal
42V ct 42V. Semakin besar tegangan supply semakin besar watt yang
tersalurkan walaupun di rangkaian cuma tertulis 300-400 Watt saja. Tentu
saja ini menggunakan kapasitor elko dengan voltase 80-100V. Kapasitor
10.000uF/100V akan sama dengan 4X10.000uF/50V dan tentu saja kapasitor
ini diisi dengan tegangan penuh/hampir penuh.
Usahakan untuk
menggunakan elko yang kuat di temperature 105 ‘C. Kapasitor ini kuat di
supply lebih dari voltase nominal yang tertulis di badannya. Sebagai
contoh kapasitor 4700uF/50V 85’C akan cepat meledak di tegangan 51V
85’C. Dan elko 4700uF/50V 105’C akan kuat disupply tegangan lebih dari
50V pada temperatur 85’C. Supaya elko ini tidak cepat meledak jika
diberi tegangan penuh, usahakan temperaturnya sedingin mungkin, dikipas
dengan udara yang sejuk.
UNTUK SPEAKER,
Coba gunakan driver
speaker yang mempunyai diameter spul besar dipasang dengan ukuran bok
yang cocok. Biasanya disertakan contoh parameter/dimensi bok. Ukuran bok
biasanya lebih besar dari bok2 yang dijual di pasaran. kalau anda
memaksa
menggunakan bok yang dari pasaran ini, gunakan driver
bertipe G12-80 (maaf tidak sebut merek takut promosi) speaker dengan
nada bass untuk ukuran bok kecil. Dinding bok harus tebal, kuat dan
jangan lupa diLEM!!! Bok yang dilem dengan yang tidak akan beda
suaranya, terutama nada bass, buktikan!!!
SENSOR PANAS
Berupa
transistor, transistor ini biasanya bertipe MJE340 atau bisa juga BD139
letaknya ada ditengah, diapit oleh sepasang transistor yang bermodel
sama. Transistor ini harus dipasang pada main heatsink untuk
mendeteksi panas yang dihasilkan oleh transistor power. Kerjanya untuk
menurunkan arus bias pada saat heatsink panas. Terus kenapa heatsink dan
transistor power harus diset diposisi panas? Ya tujuannya
tidak lain
untuk menghindarkan sinyal dari cacat (di kelas A atau AB), dengan
konsekuensi panas. Kelas ini tidak perlu dan tidak akan terasa jika anda
hanya menginginkan nada bass saja. Tujuan seting pada. kelas AB adalah
suara tetap jernih walaupun volume diputar diposisi maksimal (di tengah
lapangan).
Rasanya tidak mungkin, tapi ini lebih mendekati.
HEATSINK YANG BERUKURAN BESAR
Bukan
hanya kapasitor elektrolit yang lebih mudah meledak di temperatur
tinggi, transistor power juga bisa break jauh di bawah tegangan break
aslinya. Sebagai contoh transistor 2SC5200 mempunyai tegangan break
sebesar 230Vdc, tetapi jika temperaturya tinggi maka nilai tegangan
break-nya akan turun jauh di bawah nilai ini, akibatnya transistor cepat
rusak. Penggunaan heatsink dan kipas pendingin sangat penting bukan
hanya untuk menurunkan panas, lebih dari itu dapat menghindarkan
transistor dari
break/rusak dan output yang melemah. Semakin panas
temperatur maka akan semakin kurang kemampuannya. Penggunaan pendingin
ini diharapkan agar komponen tetap fresh, fit dan tahan lama.
PEMILIHAN KOMPONEN:
TRANSISTOR POWER
Banyak
sekali tipe dan model transistor ini, sebagai contoh MJ15003-4 &
MJ15024-5 dari Motorola, tapi sayang komponen ini sudah tidak diproduksi
oleh Motorola lagi tetapi dari ON semiconductor. Transistor model
jengkol biasanya lebih kuat di temperature tinggi, mungkin karena lebih
kedap udara. 2SC5200 dari Toshiba, transistor ini dalamannya sama besar
dengan 2SC2922 Sanken Korea, dan keduanya akan break jika temperaturnya
terlalu panas. 2SC2922 Sanken mengeluarkan butiran-butiran timah jika
dipanaskan, ini kelemahan.
2SC3281, transistor ini paling populer,
paling linier dan sering dipakai pada professional amplifier, tetapi
Toshiba tidak lagi memproduksi, jika masih ada di pasaran, maka itu
kemungkinan besar adalah palsu!!!
TRANSFORMATOR
Ada dua model
transformator yang sering dipakai, yaitu model EI (kotak/konvensional)
dan model Toroid (Cincin/donat). Ada yang bilang trafo model toroid
lebih bagus karena memiliki kobocoran fluk yang lebih kecil, pada
kenyataannya sama saja, atau mungkin radiasi toroid lebih besar.
Rangkaian-rangkaian yang sensitive terhadap flux ini adalah rangkaian
yang berpenguatan tinggi seperti pre-amp head dan pre-amp mic. Rangkaian
ini biasanya dipasang horizontal/datar sejajar dengan susunan kawat
email trafo konvensional sehingga rangkaian menerima dengung yang lebih
besar. Berbeda dengan trafo model toroid yang kawat emailnya tersusun
secara vertical sehingga kawat-kawat ini tegak lurus dengan kit-kit
rangkaian.
Efeknya adalah fluk yang di terima kit pre-amp head lebih
kecil. Untuk mengatasi agar fluk ini tidak masuk ke rangkaian adalah
dengan men-shelding/ membentengi dengan plat berbahan aluminium padat
kedap oksigen. Plat ini tentu saja dihubungkan ke ground melalui kabel.
Untuk menyamai transmisi fluk secara vertical, trafo konvensional perlu
di pasang miring (sisi samping dijadikan sisi bawah) sehingga susunan
kawat trafo tegak berdiri, cara ini sering dipakai pada power2 built-up.
Tegangan 50V CT 50V bisa didapatkan dengan menggabungkan 2
transformator 25VCT25V, CT tidak dipakai, kaki 25V dijadikan 50V
sehingga kaki satunya menjadi CT, sehingga jumlah total adalah 100V atau
50VCT50V. Ini pantas dipakai untuk pwr amp berdaya di atas 400Watt.
RESISTOR 5W
Resistor
pada pada kaki-kaki transistor power biasanya bernilai 0.5 ohm 5 Watt
berbentuk kotak putih. Jika kita bongkar dalamannya maka terlihat ada
kawat alumunium yang melingkar. Ini menyerupai inductor, reaktansi
induktif pada inductor akan tinggi jika dialiri sinya berfrekuensi
tinggi sehingga nada treble akan melemah dan cacat. Daya yang diperlukan
untuk mengeluarkan nada tinggi (treble) tentu lebih besar, masalah ada
di sini. Penggunaan R 0.5/5W pada power amplifier rumahan its ok-ok
saja. Tetapi sering tidak disadari penyebab rusaknya speaker dan power
amplifier adalah tingginya nada treble. Treble tidak keluar tetapi
dihantam oleh pwr amp sehingga yang timbul adalah panas dan rusak.
Sebaiknya gunakan resistor 2 Watt biasa 0.47 – 1 ohm parallel 2 sehingga
terhitung 4 Watt. Atau jika menggunakan Resitor 0.22 ohm 2 Watt tidak
perlu diparalel karena tegangan jepit cukup setengahnya (satu R 0.5/5W
diganti satu R 0.22/2W) its ok.
FUSE
Sifat rusaknya bahan
semiconductor/transistor power amplifier adalah short, jika menggunakan
supply yang cukup tinggi maka rusaknya satu transistor ini akan mengajak
pasangannya untuk rusak pula. Agar rusaknya transitor ini tidak
berjamaah perlu adanya pemasangan sekering. 1.5A per power transistor
dirasa cukup.
Baca Selengkapnya...